Tafsir
al-Aisar
Makalah
Tugas ini disusun untuk memenuhi
salah satu tugas mata kuliah
“pemikiran
tafsir kontemporer”
Dosen Pendamping :
Dr. Ahmad Zainal Abidin, MA
Disusun oleh :
1. Lutfiyatul
Maslikhah (2831133025)
Jurusan
Ilmu al-Qur’an dan Tafsir 6-A
Fakultas
Ushuluddin, Adab dan Dakwah
InstitutAgama
Islam Negeri
(IAIN)
Tulungagung
Mei
2016
KATA
PENGANTAR
Segala puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah
SWT yang telah melimpahkan rahmat serta hidayah-Nya kepada kita semua. Sholawat
serta salam mari kita haturkan kepada pahlawan
revolusioner dunia yakni Nabi Muhammad SAW dan semoga kita akan selalu mendapat
syafaatnya baik didunia maupun di akhirat kelak.
Dengan pertolongan dan hidayahNya penulis dapat menyusun makalah ini untuk memenuhi tugas mata kuliah“pemikiran
tafsir kontemporer” yang
berjudul“tafsir
al-Aisar”
Kami menyadari tanpa bantuan dari berbagai pihak maka penulisan makalah
ini tidak mungkin terlaksana dengan baik.Oleh karena itu penulis menyampaikan
banyak terima kasih kepada :
2.
Bapak Dr. Ahmad Zainal Abidin, MA
Selaku Dosen pengampu matakuliah yang juga telah membimbing kami
dan mengarahkan kami agar pemahaman yang kami peroleh tidak salah dan
menyimpang.
3.
Semua pihak yang telah membantu terselesainya penyusunan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena
itu, kami mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat
membangun demi lebih sempurnanya makalah yang akan datang. Semoga dengan
terselesaikannya makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi
pembaca pada umumnya dan membuahkan ilmu yang bermanfaat maslahah fiiddinni wadunya
walakhirah.
Tulungagung, Mei 2016
Penyusun
DAFTAR ISI
COVER................................................................................................................................. 1
KATA PENGANTAR.......................................................................................................... 2
DAFTAR ISI......................................................................................................................... 3
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Masalah............................................................................................ 4
B.
Rumusan Masalah...................................................................................................... 4
C.
Tujuan
Pembahasan Masalah..................................................................................... 4
BAB
II PEMBAHASAN
A. Biografi Abu Bakar Jabir al-Jaza’iri........................................................................... 5
B.
kitab
Tafsir al-Aisar ( aisarut tafasir)........................................................................ 6
C.
Metode
dan corak tafsir al-Aisar ............................................................................... 7
D.
Contoh
penafsiran ..................................................................................................... 8
BAB
III PENUTUP
Kesimpulan...................................................................................................................... 10
DAFTAR RUJUKAN........................................................................................................... 10
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Kebutuhan
umat Islam dalam hal memahami Al-Qur`an Al-Karim merupakan suatu keniscayaan
yang tidak dapat terhindarkan selama dalam hidupnya, karena Kitabullah sebagai
pedoman hidup manusia disamping As-Sunnah Nabawiyah. Memahami Al-Qur`an lalu
diamalkan adalah perintah agama, namun dalam memahami kitabullah ini diharuskan
berpegang kepada kaedah-kaedah penafsiran baku yang ditetapkan oleh Shalafus
Shalih. Dalam realita masyarakat muslim, terdapatnya sekelompok kaum muslimin
dalam menafsirkan Al-Qur`an. Mereka mendahulukan akal (rasio) dari pada
nash-nash yang shahih. Ketika ayat-ayat Al-Qur`an atau pun As-Sunnah berlawanan
dengan akal, maka didahulukan akal dari pada ayat-ayat Al-Qur`an.
Penafsiran Al-Qur`an yang bersandar pada akal dari pada
nash-nash shahih sudah merambah luas pada era sekarang, disamping penafsiran
Al-Qur`an lainnya yang tidak berpijak pada manhaj Ahlus Sunnah. Maka dari itu,
kita membutuhkan tafsir Al-Qur`an Al-Karim yang sesuai dengan manhaj Ahlus
Sunnah, suatu tafsir yang diridha'i oleh Allah Ta'ala dan
Rasul-Nya. Berdasar pada hal ini maka dalam makalah ini akan di
bahas tentang kitab tafsir yang dapat memenuhi kebutuhan umat islam dalam
memahami al-Qur’an, yaitu kitab karya Abu Bakar Jabir al-Jaza’iri yakni tafsir
al-Aisar.
B.
Rumusan
Masalah
1.
Bagaimana
metode dan corak penafsiran dari kitab tafsir al-Aisar ?
2.
Apa
saja kelebihan dari kitab tafsir al-Aisar ?
C.
Tujuan
Pembahasan
1.
Untuk
mengetahui metode dan corak penafsiran dari kitab tafsir al-Aisar.
2.
Untuk
mengetahui kelebihan dari kitab tafsir al-Aisar.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Biografi
Abu Bakar Jabir al-Jaza’iri[1]
Syeikh Abu Bakar
Jabir al-Jazairi ialah seorang ulama hadis yang zuhud. Beliau dilahirkan di
Algeria pada tahun 1342 H/1921 M. Ketika umurnya lebih kurang satu tahun,
ayahnya telah meninggal dunia. Ibunya seorang yang soleh yang unggul dalam
mendidik anak berdasarkan panduan Islam. Beliau belajar al-Quran ketika beliau
masih kanak-kanak saat umurnya dua belas tahun. Beliau selesai awal pendidikan
di rumah, kemudian dipindahkan ke ibu kota Algeria dan bekerja sebagai seorang
guru di sebuah sekolah. Selama masa itu, beliau menghadiri pelajaran oleh
At-Tayyab Abu Qir dan telah mendapat penerangan-penerangan dengan cahaya
kepercayaan dalam tauhid dan sunnah Nabi saw. Beliau juga menghafal matan
kitab, ilmu lughah dan fiqh Maliki kemudian beliau melanjutkan pelajarannya ke
kota lainnya sampai kemudian belajar di Madinah di Masjid Nabawi dan Makkah
sehingga mendapat pengakuan (ijazah) dari para masyaikh di sana.
Diantara gurunya
dinegerinya iaitu Syeikh Nu’aim An-Nu’aimi, Syeikh Isa Mu’tauqi dan Syaikh
Thayib Al-Uqbi, sedangkan di Madinah ialah Syeikh Umar Bari, Syeikh Muhammad
Al-Hafiz, Syeikh Muhammad Khoyal dan selainnya. Ketika penjajahan Perancis
dimulai pada tahun 1952, beliau pindah ke Madinah. Raja Saud bin Abdul Aziz
adalah penguasa saat itu dan Universiti Islam Madinah yang telah dibina. Beliau
pertama kali bekerja sebagai seorang guru di Madinah, kemudian ia bergabung
dengan Universiti Madinah dan mengajar di sana iaitu di Darul Hadis Madinah
hingga bersara. Beliau juga bekerja sebagai penasihat di beberapa lembaga
berkaitan dengan dunia muslim selama waktu itu.
Ø Karya Abu Bakar Jabir al-Jaza’iri[2]
1.
Rasa’il
al-Jaza’iri (mencakup 23 risalah yang membahas tentang Islam dan Dakwah)
2.
Minhajul
Muslim (kitab tentang aqidah, adab, akhlak, ibadah, dan mu’amalat)
3.
Aqidatul
Mu’min (memuat dasar-dasar aqidah seorang mukmin)
4.
Aisarut
Tafasir li Kalamil ‘Aliyil Kabir
5.
Al-Mar’ah
al-Muslimah
6.
Ad-Daulah
al-Islamiyah
7.
Adh-Dharuriyyat
al-Fiqhiyyah (yaitu risalah dalam fiqh Maliki)
8.
Hadza
al-Habib Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam –Ya Muhibb fis Sirah (kitab
tentang sirah nabi shallallahu ‘alaihi wasallam)
9.
Kamalul
Ummah fi Shalahi Aqidatiha
B.
Tentang
kitab Tafsir al-Aisar ( aisarut tafasir)
Tafsīr al-Aisar ini di tulis oleh seorang ulama hadits Madinah yaitu Syaikh Abu
Bakar Jabir al-Jazairi, yang berupaya menafsirkan al-Qur’an sesuai dengan pemahaman Ṣalafuṣ Ṣalih,
suatu kitab tafsir yang diharapkan memudahkan kaum muslimin dalam memahami
ayat-ayat yang terkandung dalam al-Qur’an, sebagaimana namanya “al-Aisar”
(yang termudah).Yang menggabungkan
antara arti yang dimaksud dalam firman Allah Taala dengan uraian-uraian bahasa
yang mudah, sehingga kalangan awam pun dapat dengan mudah memahaminya.
Oleh karena itu beliau dalam
menyusun kitab tafsirnya dalam bentuk pelajaran yang berkesinambungan dan
saling terkait, menjelaskan kata-katanya secara literal, menjelaskan maknanya
secara global, kemudian yang terakhir dalam penafsirannya menyebutkan satu
persatu pelajaran yang dapat diambil dan diamalkannya.[3] Kitab
Tafsir Al-Aisar menggunakan sistematika penafsiran yang khas, menjelaskan makna kata per kata secara literal dan
diakhiri dengan fawaid (pelajaran/manfaat) yang dapat dipetik dari
masing-masing ayat tersebut. Sebagaimana namanya Al-Aisar yang
berarti “yang termudah”, tafsir ini ditujukan untuk menjadi sebuah buku tafsir
yang mudah dipahami.
Oleh karena itu beliau dalam menyusun kitab tafsirnya dalam bentuk pelajaran yang berkesinambungan dan saling terkait, menjelaskan kata-katanya secara literal, menjelaskan maknanya secara global, kemudian yang terakhir dalam penafsirannya menyebutkan satu persatu pelajaran yang dapat diambil dan diamalkannya.[3] Kitab Tafsir Al-Aisar menggunakan sistematika penafsiran yang khas, menjelaskan makna kata per kata secara literal dan diakhiri dengan fawaid (pelajaran/manfaat) yang dapat dipetik dari masing-masing ayat tersebut. Sebagaimana namanya Al-Aisar yang berarti “yang termudah”, tafsir ini ditujukan untuk menjadi sebuah buku tafsir yang mudah dipahami.
Keistimewaan tafsir al-Aisar adalah sebagai berikut :
1.
Berukuran
sedang, tidak terlalu ringkas yang dapat mengurangi pemahaman, dan tidak
terlalu panjang agar pembaca tidak bosan dalam membacanya.
2.
Konsisten
untuk tidak keluar dari empat madzhab (Hanafi, Syafii, Hambali, Hanafi) dalam
masalah-masalah fikih.
3.
Bersih
dari tafsir isra‟iliyyat (kisah-kisah yang berasal dari orang Yahudi),
baik yang shahih maupun yang lemah, kecuali yang menjadi tuntutan pemahaman ayat,
dan memang diperbolehkan untuk meriwayatkannya.
4.
Mengesampingkan
perbedaan-perbedaan pendapat dalam penafsirannya.
5.
Memudahkan
muslimin untuk mempelajari, mengamalkan al-Qur‟an dan menjauhkan dari
pengamalan yang sekedar wacana dan perdebatan.
C.
Metode
dan corak tafsir al-Aisar
1.
Metode
tafsir al-Aisar
Metode tafsir yang digunakan oleh Syaikh
Abu Bakar Jabir al-Jazairi adalah metode ijmali (global), secara lughawi,
kata al-Ijmali berarti ringkasan, ikhtisar, global, dan penjumlahan.[4]
Dengan demikian maka yang dimaksud dengan al-Ijmali ialah menafsirkan
ayat-ayat al-Qur‟an secara singkat dan global, dengan menjelaskan makna yang
dimaksud pada setiap kalimat dengan bahasa yang ringkas sehingga mudah
dipahami. Sebenarnya metode ini mempunyai kesamaan dengan metode tahlili, yaitu
menafsirkan ayat-ayat al-Qur‟an berdasarkan urut-urutan ayat, sebagaimana
urutan dalam mushaf. Walaupun ada persamaan terdapat juga perbedaan antara
metode tahlili dengan metode ijmali. Metode ijmali makna
ayatnya yang diungkapkan secara global dan ringkas, sedangkan dalam metode tahlili,
makna ayatnya yang diuraikan secara terinci dengan tinjauan dari berbagai segi
dan aspek yang diulas secara panjang lebar. Dalam metode ijmali dapat
menggunakan ilmu-ilmu bantu seperti menggunakan hadits-hadits Nabi SAW,
pendapat kaum salaf, peristiwa sejarah, asbab al-Nuzul, dan kaidah-kaidah
bahasa.[5]
Ø Langkah-langkah yang digunakan dalam metode penafsirannya adalah
sebagai berikut :[6]
a.
Menjelaskan kalimah demi
kalimah secara literal menurut kaedah bahasa 'Arab.
b.
Menafsirkan ayat secara global
dengan menghubungkan satu ayat dengan ayat lainnya.
c.
Penafsiran dikuatkan dengan
hadis-hadis dan atsar-atsar (riwayat yang bersandarkan kepada penafsiran para
sahabat). Sebahagian besar penjelasan disertakan nota kaki yang baik sebagai
rujukan sumber dan penjelasan yang lebih terperinci.
d.
setiap ayat -ayat penafsiran di
akhiri dengan pengajaran-pengajaran yang dapat diambil dari ayat tersebut.
2.
Corak
tafsir al-Aisar
Tafsīr al-Aisar karya Abu Bakar Jabir al-Jazairi lebih cenderung bercorak bi
al-Ma‟tsur yaitu penafsiran ayat dengan ayat, penafsiran ayat dengan hadits
Nabi, yang menjelaskan makna sebagian ayat yang dirasa sulit dipahami oleh
sahabat, atau penafsiran ayat dengan hasil ijtihad para tabiin.[7]
Semakin jauh rentang zaman dari masa Nabi dan sahabatnya, maka pemahaman umat
tentang makna ayat-ayat al-Qur‟an semakin bervariasi dan berkembang.[8]
Tafsīr bil al-Ma‟tsur pada dasarnya menampilkan penjelasan terhadap
ayat-ayat al-Qur‟‟an yang diambil dari sumber-sumber tradisional Islam yang
secara hirarkis diurutkan mulai dari al-Qur‟an, hadist Nabi SAW, atsar sahabat,
dan aqwal tabiin. Sesungguhnya Tafsīr bi al-Ma‟tsur memiliki
kedudukan yang sangat tinggi dan diunggulkan posisinya, tapi tidak berarti
kitab-kitab Tafsīr bi al-Ma‟tsur terlepas dari berbagai kelemahan.
Sekurang-kurangnya menyangkut hal-hal tertentu ketika dihubungkan dengan tafsir
al-Qur‟an yang diwarisi dari sahabat dan tabiin.
D.
Contoh
penafsiran
Disini penulis
mencoba memaparkan contoh dari penafsiran tafsir al-Aisar dengan mengambil
penafsirannya dalam ayat-ayat tentang lingkungan hidup .
QS. Al-Baqarah : 11
#sÎ)ur @Ï% öNßgs9 w (#rßÅ¡øÿè? Îû ÇÚöF{$# (#þqä9$s% $yJ¯RÎ) ß`øtwU cqßsÎ=óÁãB ÇÊÊÈ
Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi". mereka
menjawab: "Sesungguhnya Kami orang-orang yang Mengadakan perbaikan."[9]
Allah
memberitahukan tentang salah satu karakter orang-orang munafik, bahwa ketika
ada orang yang beriman berkata kepada mereka, “Janganlah kalian berbuat
kerusakan di muka bumi, dengan melakukan kemunafikan dan bersikap loyal
terhadap orang-orang Yahudi dan orang-orang kafir”. Maka mereka menjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah
ingin membuat perbaikan”.[10]
Maka Allah menolak pengakuan bohong mereka itu dan menegaskan bahwasannya
merekalah yang sesungguhnya membuat kerusakan, bukan orang yang beriman yang
berani menentang mereka. Akan tetapi, sayang sekali orang-orang munafik tidak
menyadari hal itu di karenakan kekafiran mereka yang sudah menguasai hati
sanubari mereka. Pelajaran yang dapat diambil dari ayat tersebut adalah mencela
pengakuan yang dusta, yang biasanya merupakan karakter orang-orang munafik.
Membuat perbaikan di bumi adalah dengan beramal, berupa taat kepada Allah dan
Rasul-Nya. Sedangkan, membuat kerusakan di bumi merupakan hal yang sangat
durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya.
BAB III
KESIMPULAN
Tafsīr al-Aisar ini di tulis Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi, yang berupaya menafsirkan
al-Qur’an sesuai dengan pemahaman Ṣalafuṣ
Ṣalih, suatu kitab tafsir yang diharapkan memudahkan kaum muslimin dalam
memahami ayat-ayat yang terkandung dalam al-Qur‟an, sebagaimana namanya “al-Aisar”
(yang termudah).
Metode tafsir yang digunakan oleh Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi
adalah metode ijmali (global), secara lughawi, kata al-Ijmali berarti
ringkasan, ikhtisar, global, dan penjumlahan, dengan menggunakan
langkah-langkah sebagai berikut : 1. )Menjelaskan kalimah demi kalimah secara literal menurut
kaedah bahasa 'Arab. 2.) Menafsirkan
ayat secara global dengan menghubungkan satu ayat dengan ayat lainnya.
3.)Penafsiran
dikuatkan dengan hadis-hadis dan atsar-atsar (riwayat yang bersandarkan kepada
penafsiran para sahabat). 4.)Sebahagian
besar penjelasan disertakan nota kaki yang baik sebagai rujukan sumber dan
penjelasan yang lebih terperinci. Tafsīr
al-Aisar karya Abu Bakar Jabir al-Jazairi
lebih cenderung bercorak bi al-Ma‟tsur yaitu penafsiran ayat dengan
ayat, penafsiran ayat dengan hadits Nabi, yang menjelaskan makna sebagian ayat
yang dirasa sulit dipahami oleh sahabat, atau penafsiran ayat dengan hasil
ijtihad para tabiin.
DAFTAR PUSTAKA
al-Farmawi Abd.
al-Hayy, Metode Tafsir Mawdhu‟iy, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 1994)
http://syeevaulfa.blogspot.co.id/2015/02/tafsir-aisar-al-tafasir.html, di
akses pada : 24/05/2016
/ pukul /11 : 20
http://tamanulama.blogspot.co.id/2009/12/syeikh-abu-bakar-jabir-al-jazairi- ulama.html, di
akses pada : 24/05/2016, pukul 12:31
Ichwan Nur
Mohammad, Tafsir „Ilmiy, (Jogjakarta: Penerbit Menara Kudus Jogja, 2004)
Ichwan Nur Muhammad,
Memasuki Dunia Al-Qur‟an, (Semarang: Lubuk Raya Semarang, 2001)
Suma Amin
Muhammad, Ulumul Qur‟an, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2013)
Syaikh Al-Jazairi
Jabir Abu Bakar, Tafīir Al-Qur‟an al-Aisar jilid I, (Jakarta: Darus Sunnah: 2008)
Yayasan
penyelenggara Penterjemah/Pentafsir, al-Qur‟an dan Terjemahnya, Departemen Agama, 1986
[1]
http://tamanulama.blogspot.co.id/2009/12/syeikh-abu-bakar-jabir-al-jazairi-ulama.html,
di akses pada : 24/05/2016, pukul 12:31
[6]
http://syeevaulfa.blogspot.co.id/2015/02/tafsir-aisar-al-tafasir.html, di akses pada
: 24/05/2016 / pukul /11 : 20
[1]
http://tamanulama.blogspot.co.id/2009/12/syeikh-abu-bakar-jabir-al-jazairi-ulama.html,
di akses pada : 24/05/2016, pukul 12:31
[6]
http://syeevaulfa.blogspot.co.id/2015/02/tafsir-aisar-al-tafasir.html, di akses pada
: 24/05/2016 / pukul /11 : 20