Senin, 22 Desember 2014

pengaruh kristen - orientalis terhadap islam liberal



RESUM
buku
Pengaruh kristen orientalis
TerhadapIslam liberal
Karya : Adnin Armas

       Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Mata Kuliah

"ORIENTALISME"
Dosen Pendamping:
Hibbi Farihin,M.Si.
 
                       Nama : Lutfiyatul Maslikhah ( 2831133025 )
                                        Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir ( IAT )
                        Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah ( FUAD )
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGRI (IAIN) TULUNGAGUNG
                                          DESEMBER 2014





KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmaanirrahim
Alhamdulillah, berkat rahmat dan hidayah Allah Swt, kami dapat menyelesaikan resum buku dengan judul pengaruh kristen orientalis terhadap islam liberal pada mata kuliah Orientalisme . Semoga resum ini menjadi pancingan awal bagi mahasiswa.
Di dalampenulisan resum ini saya banyak menemui hambatan, namun berkat kerja keras dan bantuan dari berbagai pihak, akhirnya semua hambatan itu bisa teratasi. Untuk itu penulis menyampaikan rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada yang terhotmat:
1.    Dr. Maftukhin M.Ag, selaku Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung.
2.      Hibbi Farihin,M.Si. selaku dosen pendamping mata kuliah orientalisme.
3.    Segenap teman-teman yang telah memberikan banyak bantuan dalam menyelesaikan penulisan resum ini.
Saya  menyadari bahwa dalam penulisan resum ini masih banyak terdapat kesalahan atapun kurang detail, oleh karena itu kritik dan saran sangat saya harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Saya juga berharap semoga materi dari resum ini dapat bermanfaat bagi pembaca umumnya dan penyusun pada khususnya.

Tulungagung,  Desember 2014
                                                                                  Penulis


DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL................................................................................................ i
KATA PENGANTAR.............................................................................................. ii
DAFTAR ISI............................................................................................................. iii        
BAB I PENDAHULUAN...............................................................................          1
TUJUAN PEMBAHASAN..............................................................................         1
BAB II PEMBAHASAN
A.    SEKULARISASI DAN SYARI’AT ISLAM............................. .........  2
B.    ORIENTALIS DAN AL-QUR’AN...............................................         4
C.    EVOLUSI DAN AGAMA ............................................................        5
BAB III PENUTUP
Kesimpulan  ..................................................................................       9
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................... ........ 9


BAB I
PENDAHULUAN
Islam liberal sebagai  sebuah fenomena kehidupan islam memang sudah tidak asing lagi. Namun, pandangan – pandangan mereka yang menunjukkan adanya pengaruh (atau kepanjangan tangan ? )pemikiran misionaris kristen dan orientalis barat ysng begitu kuat belum banyak terungkap. Sebutlah Harvey Cox, Robert N. Bellah, Michel Faucault, atau Charles Kurzman yang menafikan adanya kebenaran tunggal. Pandangan hidup islam yang mendasar seperti konsep Tuhan, kenabian, ilmu – ilmu agama diposisikan sebagai objek yang rumit, membingungkan, dan perlu diperdebatkan. Dan dalam buku yang saya resum ini di ulas gagasan liberalisasi islam dan pemikiran kaum islam liberal yang beberapa di antaranya ternyata dipengaruhi kalangan kristen dan orientalis.
TUJUAN PENULISAN RESUME
Tujuan dari penulis dalam menuliskan resum ini adalah untuk mempermudah pembaca dalam mempelajari buku dari Adnin Armas ( pengaruh kristen – orientalis terhadap islam liberal ) dan juga untuk mempermudah dalam memahami pengaruh dari  kristen orientalis terhadap islam liberal itu sendiri.    








  

BAB II
PEMBAHASAN
A.     SEKULARISASI dan SYARIAT ISLAM

1.      Menelusuri gagasan sekularisasi

Sekularisasi merupakan gagasan penting yang berasal dari  kelompok Islam liberal karena sekularisasi adalah salah satu gagasan sentral dari kelompok Islam liberal yang berasal dari warisan sejarah perkembangan peradaban barat. Hal ini dapat ditelusuri mulai abad pertengahan barat ketika peradaban mereka ditandai dengan adanya dominasi gereja yang menghambat kemajuan penelitian ilmiah. ( baca : adnin armas, pengaruh kristen orientalis terhadap islam liberal, 2003 : 3 )
Kesimpulannya, gagasan sekularisasi muncul karena ketidak sanggupan doktrin dan dogma agama kristen ( adnin armas : 4 ) untuk berhadapan dengan peradaban barat yang terbentuk dari beragam unsur.  Hasilnya, para teolog Eropa dan Amerika seperti Ludwig Feurbach, Karl Barth, Gabriel Vahanian, William Hamilton, dan beberapa lainnya menggagas revolusi  teologi radikal. Sehingga cox menggelari mereka sebagai para teolog kematian tuhan “ death of god theologians”. Mereka menegaskan bahwa untuk menghadapi sekularisasi ajaran kristiani harus harus disesuaikan dengan pandangan hidup sains modern. ( adnin armas : 5 )
2.      Istilah sekularisasi
Harvey cox pada tahun 1960-an telah menjelaskan secara rinci bahwa istilah inggris secular barasal dari bahasa latin saeculum yang berarti zaman sekarang. ( adnin armas : 8 ) Dalam bahsa ibrani esensi dunia adalah sejarah. Peristiwa yang terjadi secara berurutan, bermula dari penciptaan dan menuju kesempurnaan. Karena pengaruh ibrani itu, sekuler menunjuk-kan kondisi dunia ini pada zaman ini atau masa sekarang. ( adnin armas : 9 )
Cox kemudian meneliti perubahan makna yang terjadi pada kata sekularisasi. Menurut cox, awal perubahan tersebut adalah karena pengaruh hellenistik, maka kata sekuler telah merujuk pada sesuatu yang inferior.makna kata sekuler semakin memiliki konotasi negatif ketika terjadi sitesis pada abad pertengahan antara Yunani kuno dan Ibrani. Sintesis itu ialah bahwa dunia ruang lebih tinggi dari pada agamis, sedangkan dunia sejarah yang berubah lebih rendah atau dunia sekuler. ( adnin armas : 10 )
Jadi menurut Cox, dunia ini tidak lebih rendah dari dunia agamais. Oleh karena itu, sekularisasi adalah proses penduniawian hal – hal yang memang bersifat duniawi. Penjelasan ini identik dengan penjelasan yang di paparkan oleh cak nur tentang sekularisasi dan penduniawian. Menurut cak nur konsep tentang dunia sebagai tempat hidup yang bernilai rendah dan hina bertentangan dengan ajaran Islam . oleh karena itu, umat Islam tidak boleh curiga kepada kehidupan duniawi ini, apalagi lari dari realitas kehidupan duniawi. Jadi sekularisasi bermakna proses penduniawian. ( adnin armas : 11 )
3.      Bebas agama
Konsep sekularisasi dalam politik diistilahkan dengan desacralization of politics yang bermakna bahwa politik tidaklah sakral. Jadi unsur – unsur rohani harus disingkirkan dari dunia politik. Seperti halnya sekularisasi dalam dunia politik , sekularisasi juga terjadi dalam kehidupan, yaitu dengan penyingkiran nilai – nilai agama atau dekonsekrasi nilai – nilai. Mereka menyatakan bahwa kebenaran adalah relatif, tidak ada nilai yang mutlak. ( adnin armas : 13 )
4.      Pro-kontra sekularisasi : Nurcholis Madjid dan Al-Attas
Gagasan  sekularisasi Nurcholis Madjid menunjukkan bahwa gagasan tokoh pembaru di indonesia itu ternyata mengadopsi pemikiran Harvey Cox dan Robert N. Bellah yang mengelaborasi gagasannya dari konsepsi dan sejarah kristen. Menurut cak Nur pendekatan dari segi bahasa akan banyak menolong dalam menjelaskan makna suatu istilah. ( adnin armas : 15 )
Dalam menggulirkan gagasan sekularisasinya, cak Nur mencari justifikasi dari ajaran – ajaran islam. Ia misalnya, menyatakan bahwa gagasan sekularisasi dapat dijustifikasikan dari dua kalimat syahadat yang mengandung negasi dan afirmasi. ( adnin armas : 17 )
Berbeda dengan Nurcholis Madjid , al-Attas mengkritik makna yang tergantung  dalam istilah sekulaisasi, baginya sekalipun Cox menyatakan bahwa sekuler dan sekularisasi berbeda namun pada akhirnya sekularisasi ini juga menjadi sekularisasionisme. Sekularisasi dan sekularisasi memiliki persamaan yaitu relativisme sejarah yang sekuler. Menurutnya umat islam tidak boleh ikut-ikutan menerapkan konsep pengosongan nilai – nilai rohani dari alam tabi’i karena konsep ini  bertentangan dengan konsep pandangan hidup islam tentang alam. ( adnin armas : 19 )

B.     ORIENTALIS dan AL-QUR’AN

1.     Proyek misi kristen dan orientalis
Ketika cak Nur meluncurkan gagasan sekularisasi januari 1970, mungkin belum terlintas dalam pikiran kaum muslim di Indonesia  bahwa  sekularisasi dan liberalisasi islam  juga menyentuh hal – hal yang sangat mendasar yaitu seputar autentisitas Al-Qur’an atau mushaf utsmani. Agenda  untuk meragukan keabsahan Al-Qur’an sebagai wahyu Allah memang telah lama digarap secara serius oleh kalangan orientalis dan misionaris kristen. ( adnin armas : 61 )
Di indonesia sendiri, upaya untuk meragukan Al-Qur’an telah dilakukan oleh kalangan misionaris kristen seperti pendeta Suradi dari kelompok Nehemia. Menurutnya Al-Qur’an bukanlah wahyu Allah swt. ( adnin armas : 61 ) ironisnya upaya untuk meragukan Al-Qur’an juga muncul dari kalangan aktivis jaringan Islam Liberal, meskipun dalam kadar cara yang lebih halus. ( adnin armas : 62 )
2.      Arkoun dan Al-Qur’an
Mohammed Arkoun berpendapat bahwa sejarah Al-Qur’an hinnga menjadi kitab suci perlu dilacak kembali. Arkoun kemudian menawarkan deskontruksi sebagai sebuah strategi terbaik karena strategi ini akan membongkar sumber – sumber muslim tradisional yang menyucikan kitab suci. Ia mengklaim bahwa strateginya merupakan sebuah ijtihad. ( adnin armas : 67 ) Menurut Arkoun, gambaran bahwa kodifikasi Al-Qur’an menjadi mushaf utsmani dianggap close official corpus adalah angan – angan sosial tradisional dan modernis. ( adnin armas : 68 )
Bagi Arkoun, islam dan Al-Qur’an adalah fenomena yang berkembang dalam sejarah untuk membentuk pemahaman kata – kata, di samping usaha – usaha para ulama untuk menangkap makna kitabullah. ( adnin armas : 69 ) Arkoun juga berpendapat bahwa unthinkable dapat berubah menjadi thinkable.jika pemikiran liberal ( free thinking ) di relisasikan. Menurutnya proyek pemikiran liberal ini merupakan tanggapan kepada dua kebutuhan makro. Pertama, untuk pertama kalinya, kaum muslimin perlu memikirkan permasalahan mereka yang telah di buat unthinkable oleh kejayaan pemikiran skolastik ortodoks. Dan yang ke dua, pemikiran kontemporer secara umum perlu membuka lapangan dan horizon pengetahuan baru, melalui pendekatan sistematis lintas budaya terhadap masalah – masalah fundamental dari eksistensi manusia. Jadi ada dua tujuan strategi dekonstruksi Arkoun, yaitu pertama, pengayaan sejarah pemikiran dengan menitik beratkan kognisi yang beresiko, aliran pemikiran yang beragam secara intelektual dan idiologis. Kedua, mendinamisasikan pemikiran islam kontemporer dengan mengambil perhatian pada permasalahan – permasalahan yang diteka, tabu, dan ditetapkan batasannya. ( adnin armas : 70 )

C.    EVOLUSI dan AGAMA

Gagasan evolusi sukar dipisahkan dari pemikiran Charles Robert Darwin. Gagasan evolusi dalam pemikiran Darwin bermula ketika ian mengikuti ekspedisi diatas sebuah kapal laut H.M.S. beagle yang berangkat dari england pada tahun 1832. Selama lima tahun darwin berkeliling berbagai tempat dan dia sangat kagum dengan kehidupan berbagai spesies, khususnya burung – burung kutilang yang ia lihat di sekitar pulau galapagos, amerika selatan. Menurut darwin semua individu berasal dari spesies yang sama dan semua spesies berasal dari genus yang sama atau bahkan kelompok yang lebih tinggi adalah keturunan dari nenek moyang yag sama. Menurutnya bentuk makhluk hidup dan tumbuh – tumbuhan yang sekarang ada, tidak diciptakan secara terpisah. Mereka telah berkembang dari bentuk – bentuk sebelumnya dengan transformasi yang lambat. Darwin berpendapat bahwa manusia adalah hasil yang sangat berkembang dari mekanisme ini. Proses ini disebut evolusi dengan seleksi alam. ( adnin armas : 107 )
Teori evolusi darwin yang menggunakan pendekatan biologis telah mempengaruhi para sosiolog barat yang lain. Positivisme yang diformulasikan oleh Auguste Comte misalnya, tidak terleps dari pengaruh evolusi darwin.dibawah pengaruh teori evolusi darwin juga, Herbert Spencer memperluas paham evolusi darwin dari biologi ke sosial. Selain itu spencer juga berpendapat bahwa agama bermula dari mimpi manusia tentang adanya spirit di dunia lain. Jadi dalam pandangannya agama – agama awal b erkisar tentang penyembahan kepada nenek moyang. Munculnya tuhan – tuhan bagi spencer adalah perluasan dari penyembahan kepada nenek moyang yang berkuasa. ( adnin armas : 108 )

Ø  Konsep historisitas : antara arkoun dan al-attas
Arkoun mendesak digunakannya strategi dekonstruksi sebagai suatu bentuk      epistimologi  baru untuk studi perbandingan budaya-budaya. Ia berpendapat bahwa  strateginyz hanya di mungkinkan dengan menggunakan pendekatan epistemologi kristen modern. ( adnin armas : 112 )
Namun berbeda dengan Arkoun, Nauqib al-Attas menolak penerapan konsep perkembangan, perubahan, dan evolusi terhadap islam sebagaimana yang telah dilakukan oleh para tokoh muslim modernis. Menurutnya konsep evolusi dalam agama mengimplikasikan bahwa pada awal mulanya, agama belum jelas dan belum terbentuk. Jadi agama harus menempuh semacam evolusi ke arah kesempurnaan konsep evolusi, juga akan mengimplikasikan bahwa pencarian tidak akan pernah selesai dan menjadi tetapi tidak juga jadi. Islam adalah agama yang sudah sempurna ketika islam menjadi sebuah agama. Oleh karena itu konsep evolusi, perkembangan, pembangunan, dan pertumbuhan yang terjadi dalam pengalaman kebudyaan barat tidaklah tepat untuk di adopsi dalam agama islam. Sejaak awal islam telah lengkap dan sempurna serta tidak memerlukan ubah ganti. Perkembangan, pembangunan, dan kemajuan yang di tempuh seorang muslim adalah evolusi rohaniah dan bukan evolusi jasmaniah. Hal ini tidak menafikan konsep perubahan,perkembangan,dan pembangunan masyarakat. ( adnin armas : 113 )
Jadi bagi kaum muslimin makna pembangunan sebenarnya adalah usaha menuju ke arah dasar islam yang murni. Inilah makna pembangunan yang menuju kepada kemajuan. Jadi dalam pandanga  Al-Attas, hakikat kemajuan adalah kejadian, baik alam jasmani dan lahir maupun alam rohani dan alam batin. Makna evolusi, perubahan,progresif, dan perkembangan yang mencakup alam yang fana adalah karena pemahaman itupun akan senantiasa berubah dan tidak mencapai sifat jadi.kemajuan juga bukan usaha jangka pendek, yaitu usaha yang berangsur – angsur seperti rancangan lima tahun negara dan sebagainya. Maksud kemajuan sebenarnya adalah usaha untuk mencapai tujuan yang tetap  dan jelas dalam jangka waktu hidup seseorang. ( adnin armas : 114 )
Ø  Ulil abshar – abdalla : masa depan hanya pada islam liberal.
Ulil abshar semakin optimis bahwa islam liberal ini akan menjadi mazhab ke depan yang segera akan menggantiksn mazhab hanafi,syafi’i,hambali,ja’fary,dan yang lain. ( adnin armas : 117 ) Mengikuti cara Kurzman, tetapi dalam bentuk yang lain ia melihat sekurang – kurangnya ada tiga teologi islam sekarang ini.
Pertama, islam gembar – gembor. Kelompok ini biasanaya sangat vokal menyuarakan pentingnya penerapan hukum – hukum islam dan memandang bahwa teks – teks keagamaan sudah selesai sehingga tugas utama orang islam hanya sekedar melaksanakannya saja. Islam gembar gembor menirutnya tak mempunyai masa depan kecuali pada masa peralihan seperti sekarang ini. Kelompok ini adalah kelompok islam periode mekah. ( adnin armas : 121 )
 Kedua, adalah kelompok silent syari’ah . kelompok ini membentuk propoesisi terbesar dari keseluruhan umat islam, tetapi mereka berwatak apolitis, dalam pengertian tak begitu peduli dengan ancaman – ancaman yang datang dari kelompok islam gembar – gembor asalkan kehidupan mereka selamat. ( adnin armas : 118 )Islam diam juga tidak bisa lagi dijadikan sandaran di masa depan. kelemahan lain dari islam diam selain sikapnya yang apolotis adalah kelompok islam ini seperti telah puas dengan keadaan islam yang ada, dimana tradisi dan islam sudah bisa bersanding dengan tenang tanpa saling ingkar satu sama lain. Kelompok islam ini adalah kelompok islam periode madinah. ( adnin armas : 121 ) islam periode ini adalah islam yang telah mengalami pelembagaan dan pemantapan sebagai suatu komunitas beriman. ( anin armas : 122 )
Ketiga, islam kepala dingin. Kelompok ini biasanya terdiri dari kaum terdidik dan karena itu sangat sedikit jumlahnya. Mereka tidak memiliki cukup gairah untuk berkoar, tetapi mencoba memikirkan dalam – dalam pemaknaan kembali islam dalam konteks yang sudah berubah. Kelompok ini tak mau memandang kebenaran dalam penafsiran teks sebagai sesuatu yang mungkin digagahi satu kelompok, sekaligus menyingkirkan kelompok lain. ( adnin armas : 119 ) Kelompok ini tidak memandang  barat sebagai musuh, melainkan teman dialog yang justru akan mengembangkan islam itu sendiri. ( adnin armas : 120 ) Kelompok islam ini adalah kelompok islam yang mempunyai masa depan . kelompok ini selau mencari rumusan – rumusan baru yang dapat menjawab tantangan – tantangan yang berubah tanpa terikat ketat dengan teks – teks keagamaan yang sudah lapuk. ( adnin armas : 121 ) ini adalah kelompok islam periode Baghdad dan ini adalah islam yang paling hidup dan menjanjikan. Islam  ini menganggap  dirinya tidak sebagai pihak yang senantiasa terkepung oleh musuh, sehinnga tak perlu gembar gembor. Tetapi juga tak pernah merasa bahwa everything is alright, sehingga kegiatan pembacaan ulang atas islam tak di perlukan lagi. Inilah islam yang secara histoeis benar – benar pernah mengalami salah satu kondisi kemodernan tang penting sekarang ini, yaitu kondisi multikulturalisme. Pada periode Baghdad lah kegiatan – kegiatan intelektual mencapai puncaknya dan islam mampu menjadi karpet yang dapat menyangga segala jenis pemikiran yang tumbuh pada saat itu. ( adnin armas : 122 )
Salah satu yang menjadi kekurangan pada islam Baghdad yaitu pembelaan kaum lemah dan tertindas diletakkan karena islam Baghdad adalah islam imperial yang menyangga suatu peradaban universal dan me,intasi berbagai ragam etnik. Islam jenis ini juga melakukan penindasan atas sejumlah unsur – unsur yang di anggap melawan atau janggal. Bahkan untuk sebagian tradisi lokal jiga mengalami peminggiran. Misalnya tradisi lokal masyarakat Afrika salah satunya adalah suku Berber yang menjadi nenek moyang  Mohamed Arkoun. ( adnin armas : 124 )







BAB III
KESIMPULAN
Kesimpulan yang dapat saya ambil dari resume di atas adalah, gagasan sekularisasi muncul karena ketidak sanggupan doktrin dan dogma agama kristen untuk berhadapan dengan peradaban barat yang terbentuk dari beragam unsur.  Ketika cak Nur meluncurkan gagasan sekularisasi januari 1970, mungkin belum terlintas dalam pikiran kaum muslim di Indonesia  bahwa  sekularisasi dan liberalisasi islam  juga menyentuh hal – hal yang sangat mendasar yaitu seputar autentisitas Al-Qur’an atau mushaf utsmani.  Padahal agenda  untuk meragukan keabsahan Al-Qur’an sebagai wahyu Allah memang telah lama digarap secara serius oleh kalangan orientalis dan misionaris kristen.
Namun meskipun demikian islam liberal akan mencapai kejayaan bahkan dapat menggantikan mazhab – mazhab yang telah ada sebelumnya. Namun dalam bentuk yang lain sekurang – kurang nya ada tiga teologi yaitu islam gembar – gembor ,islam silent syari’ah, dan islam kepala dingin. dan kelompok islam yang akan mencapai masa depannya adalah islam kepala dingin karena kelompok ini tidak memandang barat sebagai musuh melainkan sebagai teman diskusi.Selain itu kelompok ini juga mencoba memikirkan dalam – dalam pemaknaan kembali islam dalam konteks yang sudah berubah.Kelompok ini tak mau memandang kebenaran dalam penafsiran teks sebagai sesuatu yang mungkin digagahi satu kelompok, sekaligus menyingkirkan kelompok lain. TERIMA KASIH......!!!!!!!!!!

DAFTAR PUSTAKA
Armas Adnin, 2003, pengaruh kristen – orientalis terhadap islam liberal, jakarta : GEMA INSANI