RESUM
buku
Pengaruh kristen orientalis
TerhadapIslam liberal
Karya : Adnin Armas
Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Mata
Kuliah
"ORIENTALISME"
Dosen Pendamping:
Hibbi Farihin,M.Si.
Nama : Lutfiyatul
Maslikhah ( 2831133025 )
Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir ( IAT )
Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah ( FUAD )
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGRI (IAIN) TULUNGAGUNG
DESEMBER 2014
KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmaanirrahim
Alhamdulillah, berkat rahmat dan hidayah Allah Swt, kami dapat menyelesaikan
resum buku dengan judul pengaruh kristen orientalis terhadap islam liberal
pada mata kuliah Orientalisme . Semoga resum ini menjadi pancingan awal bagi
mahasiswa.
Di dalampenulisan
resum ini saya banyak menemui hambatan, namun berkat kerja keras dan bantuan
dari berbagai pihak, akhirnya semua hambatan itu bisa teratasi. Untuk itu
penulis menyampaikan rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada yang
terhotmat:
1.
Dr.
Maftukhin M.Ag, selaku Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung.
2. Hibbi Farihin,M.Si. selaku dosen pendamping mata kuliah
orientalisme.
3.
Segenap
teman-teman yang telah memberikan banyak bantuan dalam menyelesaikan penulisan
resum ini.
Saya menyadari bahwa dalam penulisan resum ini
masih banyak terdapat kesalahan atapun kurang detail, oleh karena itu kritik dan
saran sangat saya harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Saya juga berharap
semoga materi dari resum ini dapat bermanfaat bagi pembaca umumnya dan penyusun
pada khususnya.
Tulungagung, Desember 2014
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL................................................................................................ i
KATA PENGANTAR.............................................................................................. ii
DAFTAR ISI............................................................................................................. iii
BAB I
PENDAHULUAN............................................................................... 1
TUJUAN
PEMBAHASAN.............................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN
A.
SEKULARISASI DAN SYARI’AT ISLAM............................. ......... 2
B.
ORIENTALIS
DAN AL-QUR’AN............................................... 4
C.
EVOLUSI
DAN AGAMA ............................................................ 5
BAB III PENUTUP
Kesimpulan .................................................................................. 9
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................... ........ 9
BAB I
PENDAHULUAN
Islam
liberal sebagai sebuah fenomena kehidupan
islam memang sudah tidak asing lagi. Namun, pandangan – pandangan mereka yang
menunjukkan adanya pengaruh (atau kepanjangan tangan ? )pemikiran misionaris
kristen dan orientalis barat ysng begitu kuat belum banyak terungkap. Sebutlah
Harvey Cox, Robert N. Bellah, Michel Faucault, atau Charles Kurzman yang
menafikan adanya kebenaran tunggal. Pandangan hidup islam yang mendasar seperti
konsep Tuhan, kenabian, ilmu – ilmu agama diposisikan sebagai objek yang rumit,
membingungkan, dan perlu diperdebatkan. Dan dalam buku yang saya resum ini di
ulas gagasan liberalisasi islam dan pemikiran kaum islam liberal yang beberapa
di antaranya ternyata dipengaruhi kalangan kristen dan orientalis.
TUJUAN PENULISAN RESUME
Tujuan
dari penulis dalam menuliskan resum ini adalah untuk mempermudah pembaca dalam
mempelajari buku dari Adnin Armas ( pengaruh kristen – orientalis terhadap
islam liberal ) dan juga untuk mempermudah dalam memahami pengaruh dari kristen orientalis terhadap islam liberal itu
sendiri.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
SEKULARISASI dan SYARIAT
ISLAM
1.
Menelusuri gagasan sekularisasi
Sekularisasi merupakan gagasan
penting yang berasal dari kelompok Islam
liberal karena sekularisasi adalah salah satu gagasan sentral dari kelompok
Islam liberal yang berasal dari warisan sejarah perkembangan peradaban barat.
Hal ini dapat ditelusuri mulai abad pertengahan barat ketika peradaban mereka
ditandai dengan adanya dominasi gereja yang menghambat kemajuan penelitian
ilmiah. ( baca : adnin armas, pengaruh kristen orientalis terhadap islam
liberal, 2003 : 3 )
Kesimpulannya, gagasan sekularisasi
muncul karena ketidak sanggupan doktrin dan dogma agama kristen ( adnin armas :
4 ) untuk berhadapan dengan peradaban barat yang terbentuk dari beragam
unsur. Hasilnya, para teolog Eropa dan
Amerika seperti Ludwig Feurbach, Karl Barth, Gabriel Vahanian, William
Hamilton, dan beberapa lainnya menggagas revolusi teologi radikal. Sehingga cox menggelari
mereka sebagai para teolog kematian tuhan “ death of god theologians”. Mereka
menegaskan bahwa untuk menghadapi sekularisasi ajaran kristiani harus harus
disesuaikan dengan pandangan hidup sains modern. ( adnin armas : 5 )
2.
Istilah sekularisasi
Harvey cox pada tahun 1960-an telah
menjelaskan secara rinci bahwa istilah inggris secular barasal
dari bahasa latin saeculum yang berarti zaman sekarang. (
adnin armas : 8 ) Dalam bahsa ibrani esensi dunia adalah sejarah. Peristiwa
yang terjadi secara berurutan, bermula dari penciptaan dan menuju kesempurnaan.
Karena pengaruh ibrani itu, sekuler menunjuk-kan kondisi dunia ini pada zaman
ini atau masa sekarang. ( adnin armas : 9 )
Cox kemudian meneliti perubahan
makna yang terjadi pada kata sekularisasi. Menurut cox, awal perubahan
tersebut adalah karena pengaruh hellenistik, maka kata sekuler telah merujuk
pada sesuatu yang inferior.makna kata sekuler semakin memiliki konotasi negatif
ketika terjadi sitesis pada abad pertengahan antara Yunani kuno dan Ibrani.
Sintesis itu ialah bahwa dunia ruang lebih tinggi dari pada agamis, sedangkan dunia
sejarah yang berubah lebih rendah atau dunia sekuler. ( adnin armas : 10 )
Jadi menurut Cox, dunia ini tidak
lebih rendah dari dunia agamais. Oleh karena itu, sekularisasi adalah proses
penduniawian hal – hal yang memang bersifat duniawi. Penjelasan ini identik
dengan penjelasan yang di paparkan oleh cak nur tentang sekularisasi dan
penduniawian. Menurut cak nur konsep tentang dunia sebagai tempat hidup yang
bernilai rendah dan hina bertentangan dengan ajaran Islam . oleh karena itu,
umat Islam tidak boleh curiga kepada kehidupan duniawi ini, apalagi lari dari
realitas kehidupan duniawi. Jadi sekularisasi bermakna proses penduniawian. (
adnin armas : 11 )
3.
Bebas agama
Konsep sekularisasi dalam politik
diistilahkan dengan desacralization of politics yang
bermakna bahwa politik tidaklah sakral. Jadi unsur – unsur rohani harus
disingkirkan dari dunia politik. Seperti halnya sekularisasi dalam dunia
politik , sekularisasi juga terjadi dalam kehidupan, yaitu dengan penyingkiran
nilai – nilai agama atau dekonsekrasi nilai – nilai. Mereka menyatakan bahwa
kebenaran adalah relatif, tidak ada nilai yang mutlak. ( adnin armas : 13 )
4.
Pro-kontra sekularisasi : Nurcholis Madjid dan Al-Attas
Gagasan sekularisasi Nurcholis Madjid menunjukkan
bahwa gagasan tokoh pembaru di indonesia itu ternyata mengadopsi pemikiran
Harvey Cox dan Robert N. Bellah yang mengelaborasi gagasannya dari konsepsi dan
sejarah kristen. Menurut cak Nur pendekatan dari segi bahasa akan banyak
menolong dalam menjelaskan makna suatu istilah. ( adnin armas : 15 )
Dalam menggulirkan gagasan
sekularisasinya, cak Nur mencari justifikasi dari ajaran – ajaran islam. Ia
misalnya, menyatakan bahwa gagasan sekularisasi dapat dijustifikasikan dari dua
kalimat syahadat yang mengandung negasi dan afirmasi. ( adnin armas : 17 )
Berbeda dengan Nurcholis Madjid ,
al-Attas mengkritik makna yang tergantung
dalam istilah sekulaisasi, baginya sekalipun Cox menyatakan bahwa
sekuler dan sekularisasi berbeda namun pada akhirnya sekularisasi ini juga
menjadi sekularisasionisme. Sekularisasi dan sekularisasi memiliki persamaan
yaitu relativisme sejarah yang sekuler. Menurutnya umat islam tidak boleh
ikut-ikutan menerapkan konsep pengosongan nilai – nilai rohani dari alam tabi’i
karena konsep ini bertentangan dengan
konsep pandangan hidup islam tentang alam. ( adnin armas : 19 )
B.
ORIENTALIS dan AL-QUR’AN
1.
Proyek misi kristen dan
orientalis
Ketika cak Nur meluncurkan gagasan
sekularisasi januari 1970, mungkin belum terlintas dalam pikiran kaum muslim di
Indonesia bahwa sekularisasi dan liberalisasi islam juga menyentuh hal – hal yang sangat mendasar
yaitu seputar autentisitas Al-Qur’an atau mushaf utsmani. Agenda untuk meragukan keabsahan Al-Qur’an sebagai
wahyu Allah memang telah lama digarap secara serius oleh kalangan orientalis
dan misionaris kristen. ( adnin armas : 61 )
Di indonesia sendiri, upaya untuk
meragukan Al-Qur’an telah dilakukan oleh kalangan misionaris kristen seperti
pendeta Suradi dari kelompok Nehemia. Menurutnya Al-Qur’an bukanlah wahyu Allah
swt. ( adnin armas : 61 ) ironisnya upaya untuk meragukan Al-Qur’an juga muncul
dari kalangan aktivis jaringan Islam Liberal, meskipun dalam kadar cara yang
lebih halus. ( adnin armas : 62 )
2.
Arkoun dan Al-Qur’an
Mohammed Arkoun
berpendapat bahwa sejarah Al-Qur’an hinnga menjadi kitab suci perlu dilacak
kembali. Arkoun kemudian menawarkan deskontruksi sebagai sebuah strategi
terbaik karena strategi ini akan membongkar sumber – sumber muslim tradisional
yang menyucikan kitab suci. Ia mengklaim bahwa strateginya merupakan sebuah ijtihad.
( adnin armas : 67 ) Menurut Arkoun, gambaran bahwa kodifikasi Al-Qur’an
menjadi mushaf utsmani dianggap close official corpus adalah angan –
angan sosial tradisional dan modernis. ( adnin armas : 68 )
Bagi Arkoun,
islam dan Al-Qur’an adalah fenomena yang berkembang dalam sejarah untuk
membentuk pemahaman kata – kata, di samping usaha – usaha para ulama untuk
menangkap makna kitabullah. ( adnin armas : 69 ) Arkoun juga berpendapat bahwa unthinkable
dapat berubah menjadi thinkable.jika pemikiran liberal ( free
thinking ) di relisasikan. Menurutnya proyek pemikiran liberal ini
merupakan tanggapan kepada dua kebutuhan makro. Pertama, untuk
pertama kalinya, kaum muslimin perlu memikirkan permasalahan mereka yang telah
di buat unthinkable oleh kejayaan pemikiran skolastik ortodoks. Dan yang
ke dua, pemikiran kontemporer secara umum perlu membuka lapangan
dan horizon pengetahuan baru, melalui pendekatan sistematis lintas budaya
terhadap masalah – masalah fundamental dari eksistensi manusia. Jadi ada dua
tujuan strategi dekonstruksi Arkoun, yaitu pertama, pengayaan
sejarah pemikiran dengan menitik beratkan kognisi yang beresiko, aliran
pemikiran yang beragam secara intelektual dan idiologis. Kedua,
mendinamisasikan pemikiran islam kontemporer dengan mengambil perhatian pada
permasalahan – permasalahan yang diteka, tabu, dan ditetapkan batasannya. (
adnin armas : 70 )
C.
EVOLUSI dan AGAMA
Gagasan evolusi sukar dipisahkan dari pemikiran Charles Robert
Darwin. Gagasan evolusi dalam pemikiran Darwin bermula ketika ian mengikuti
ekspedisi diatas sebuah kapal laut H.M.S. beagle yang berangkat dari england
pada tahun 1832. Selama lima tahun darwin berkeliling berbagai tempat dan dia
sangat kagum dengan kehidupan berbagai spesies, khususnya burung – burung
kutilang yang ia lihat di sekitar pulau galapagos, amerika selatan. Menurut
darwin semua individu berasal dari spesies yang sama dan semua spesies berasal
dari genus yang sama atau bahkan kelompok yang lebih tinggi adalah keturunan
dari nenek moyang yag sama. Menurutnya bentuk makhluk hidup dan tumbuh – tumbuhan
yang sekarang ada, tidak diciptakan secara terpisah. Mereka telah berkembang
dari bentuk – bentuk sebelumnya dengan transformasi yang lambat. Darwin
berpendapat bahwa manusia adalah hasil yang sangat berkembang dari mekanisme
ini. Proses ini disebut evolusi dengan seleksi alam. ( adnin armas : 107 )
Teori evolusi darwin yang menggunakan pendekatan biologis telah
mempengaruhi para sosiolog barat yang lain. Positivisme yang diformulasikan
oleh Auguste Comte misalnya, tidak terleps dari pengaruh evolusi darwin.dibawah
pengaruh teori evolusi darwin juga, Herbert Spencer memperluas paham evolusi
darwin dari biologi ke sosial. Selain itu spencer juga berpendapat bahwa agama
bermula dari mimpi manusia tentang adanya spirit di dunia lain. Jadi dalam
pandangannya agama – agama awal b erkisar tentang penyembahan kepada nenek
moyang. Munculnya tuhan – tuhan bagi spencer adalah perluasan dari penyembahan
kepada nenek moyang yang berkuasa. ( adnin armas : 108 )
Ø Konsep historisitas : antara arkoun
dan al-attas
Arkoun mendesak digunakannya strategi dekonstruksi sebagai suatu
bentuk epistimologi baru untuk studi perbandingan budaya-budaya.
Ia berpendapat bahwa strateginyz hanya
di mungkinkan dengan menggunakan pendekatan epistemologi kristen modern. (
adnin armas : 112 )
Namun berbeda dengan Arkoun, Nauqib al-Attas menolak penerapan
konsep perkembangan, perubahan, dan evolusi terhadap islam sebagaimana yang
telah dilakukan oleh para tokoh muslim modernis. Menurutnya konsep evolusi
dalam agama mengimplikasikan bahwa pada awal mulanya, agama belum jelas dan
belum terbentuk. Jadi agama harus menempuh semacam evolusi ke arah kesempurnaan
konsep evolusi, juga akan mengimplikasikan bahwa pencarian tidak akan pernah
selesai dan menjadi tetapi tidak juga jadi. Islam adalah agama yang sudah
sempurna ketika islam menjadi sebuah agama. Oleh karena itu konsep evolusi, perkembangan,
pembangunan, dan pertumbuhan yang terjadi dalam pengalaman kebudyaan barat
tidaklah tepat untuk di adopsi dalam agama islam. Sejaak awal islam telah
lengkap dan sempurna serta tidak memerlukan ubah ganti. Perkembangan,
pembangunan, dan kemajuan yang di tempuh seorang muslim adalah evolusi rohaniah
dan bukan evolusi jasmaniah. Hal ini tidak menafikan konsep
perubahan,perkembangan,dan pembangunan masyarakat. ( adnin armas : 113 )
Jadi bagi kaum muslimin makna pembangunan sebenarnya adalah usaha
menuju ke arah dasar islam yang murni. Inilah makna pembangunan yang menuju
kepada kemajuan. Jadi dalam pandanga Al-Attas,
hakikat kemajuan adalah kejadian, baik alam jasmani dan lahir maupun alam
rohani dan alam batin. Makna evolusi, perubahan,progresif, dan perkembangan
yang mencakup alam yang fana adalah karena pemahaman itupun akan senantiasa
berubah dan tidak mencapai sifat jadi.kemajuan juga bukan usaha jangka pendek,
yaitu usaha yang berangsur – angsur seperti rancangan lima tahun negara dan
sebagainya. Maksud kemajuan sebenarnya adalah usaha untuk mencapai tujuan yang
tetap dan jelas dalam jangka waktu hidup
seseorang. ( adnin armas : 114 )
Ø Ulil abshar – abdalla : masa depan
hanya pada islam liberal.
Ulil abshar semakin optimis bahwa islam liberal ini akan menjadi
mazhab ke depan yang segera akan menggantiksn mazhab
hanafi,syafi’i,hambali,ja’fary,dan yang lain. ( adnin armas : 117 ) Mengikuti
cara Kurzman, tetapi dalam bentuk yang lain ia melihat sekurang – kurangnya ada
tiga teologi islam sekarang ini.
Pertama, islam gembar – gembor. Kelompok ini biasanaya sangat vokal
menyuarakan pentingnya penerapan hukum – hukum islam dan memandang bahwa teks –
teks keagamaan sudah selesai sehingga tugas utama orang islam hanya sekedar
melaksanakannya saja. Islam gembar gembor menirutnya tak mempunyai masa depan
kecuali pada masa peralihan seperti sekarang ini. Kelompok ini adalah kelompok
islam periode mekah. ( adnin armas : 121 )
Kedua, adalah
kelompok silent syari’ah . kelompok ini membentuk propoesisi terbesar
dari keseluruhan umat islam, tetapi mereka berwatak apolitis, dalam pengertian
tak begitu peduli dengan ancaman – ancaman yang datang dari kelompok islam
gembar – gembor asalkan kehidupan mereka selamat. ( adnin armas : 118 )Islam
diam juga tidak bisa lagi dijadikan sandaran di masa depan. kelemahan lain dari
islam diam selain sikapnya yang apolotis adalah kelompok islam ini seperti
telah puas dengan keadaan islam yang ada, dimana tradisi dan islam sudah bisa
bersanding dengan tenang tanpa saling ingkar satu sama lain. Kelompok islam ini
adalah kelompok islam periode madinah. ( adnin armas : 121 ) islam periode ini
adalah islam yang telah mengalami pelembagaan dan pemantapan sebagai suatu
komunitas beriman. ( anin armas : 122 )
Ketiga, islam kepala dingin. Kelompok ini biasanya terdiri dari kaum
terdidik dan karena itu sangat sedikit jumlahnya. Mereka tidak memiliki cukup
gairah untuk berkoar, tetapi mencoba memikirkan dalam – dalam pemaknaan kembali
islam dalam konteks yang sudah berubah. Kelompok ini tak mau memandang
kebenaran dalam penafsiran teks sebagai sesuatu yang mungkin digagahi satu
kelompok, sekaligus menyingkirkan kelompok lain. ( adnin armas : 119 ) Kelompok
ini tidak memandang barat sebagai musuh,
melainkan teman dialog yang justru akan mengembangkan islam itu sendiri. (
adnin armas : 120 ) Kelompok islam ini adalah kelompok islam yang mempunyai
masa depan . kelompok ini selau mencari rumusan – rumusan baru yang dapat
menjawab tantangan – tantangan yang berubah tanpa terikat ketat dengan teks –
teks keagamaan yang sudah lapuk. ( adnin armas : 121 ) ini adalah kelompok
islam periode Baghdad dan ini adalah islam yang paling hidup dan menjanjikan.
Islam ini menganggap dirinya tidak sebagai pihak yang senantiasa
terkepung oleh musuh, sehinnga tak perlu gembar gembor. Tetapi juga tak pernah
merasa bahwa everything is alright, sehingga kegiatan pembacaan ulang
atas islam tak di perlukan lagi. Inilah islam yang secara histoeis benar –
benar pernah mengalami salah satu kondisi kemodernan tang penting sekarang ini,
yaitu kondisi multikulturalisme. Pada periode Baghdad lah kegiatan – kegiatan
intelektual mencapai puncaknya dan islam mampu menjadi karpet yang dapat
menyangga segala jenis pemikiran yang tumbuh pada saat itu. ( adnin armas : 122
)
Salah satu yang menjadi kekurangan pada islam Baghdad yaitu
pembelaan kaum lemah dan tertindas diletakkan karena islam Baghdad adalah islam
imperial yang menyangga suatu peradaban universal dan me,intasi berbagai ragam etnik.
Islam jenis ini juga melakukan penindasan atas sejumlah unsur – unsur yang di
anggap melawan atau janggal. Bahkan untuk sebagian tradisi lokal jiga mengalami
peminggiran. Misalnya tradisi lokal masyarakat Afrika salah satunya adalah suku
Berber yang menjadi nenek moyang Mohamed
Arkoun. ( adnin armas : 124 )
BAB III
KESIMPULAN
Kesimpulan yang dapat saya ambil dari resume di atas adalah,
gagasan sekularisasi muncul karena ketidak sanggupan doktrin dan dogma agama
kristen untuk berhadapan dengan peradaban barat yang terbentuk dari beragam
unsur. Ketika cak Nur meluncurkan
gagasan sekularisasi januari 1970, mungkin belum terlintas dalam pikiran kaum
muslim di Indonesia bahwa sekularisasi dan liberalisasi islam juga menyentuh hal – hal yang sangat mendasar
yaitu seputar autentisitas Al-Qur’an atau mushaf utsmani. Padahal agenda untuk meragukan keabsahan Al-Qur’an sebagai
wahyu Allah memang telah lama digarap secara serius oleh kalangan orientalis
dan misionaris kristen.
Namun meskipun demikian islam liberal akan mencapai kejayaan bahkan
dapat menggantikan mazhab – mazhab yang telah ada sebelumnya. Namun dalam
bentuk yang lain sekurang – kurang nya ada tiga teologi yaitu islam gembar –
gembor ,islam silent syari’ah, dan islam kepala dingin. dan kelompok
islam yang akan mencapai masa depannya adalah islam kepala dingin karena
kelompok ini tidak memandang barat sebagai musuh melainkan sebagai teman
diskusi.Selain itu kelompok ini juga mencoba memikirkan dalam – dalam pemaknaan
kembali islam dalam konteks yang sudah berubah.Kelompok ini tak mau memandang
kebenaran dalam penafsiran teks sebagai sesuatu yang mungkin digagahi satu
kelompok, sekaligus menyingkirkan kelompok lain. TERIMA KASIH......!!!!!!!!!!
DAFTAR PUSTAKA
Armas Adnin, 2003, pengaruh kristen – orientalis terhadap islam
liberal, jakarta : GEMA INSANI