Al-MUSTAKHRAJ
مستخرج أبي عوانة
MAKALAH
Disusun
Untuk Memenuhi Salah Satu Mata Kuliah “Kajian Kitab Hadits”
Dosen
Pendamping:
Dr.Salamah Noorhidayati, M.Ag.
Di susun
oleh :
Lutfiyatul Maslikhah (2831133025)
ILMU AL-QUR’AN DAN TAFSIR-4A
FAKULTAS USHULUDDIN ADAB DAN DAKWAH
INSTITUT
AGAMA ISLAM NEGRI TULUNGAGUNG
Mei 2015
KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmaanirrahim
Alhamdulillah,
berkat rahmat dan hidayah Allah Swt, kami dapat menyelesaikan penyusunan
makalah dengan judul “Al-MUSTAKHRAJ (مستخرج أبي عوانة)” pada mata kuliah Kajian Kitab Hadits .
Semoga tulisan ini menjadi pancingan awal bagi mahasiswa.
Di
dalam penyusunan makalah ini kami banyak menemui hambatan, namun berkat kerja
keras dan bantuan dari berbagai pihak, akhirnya semua hambatan itu bisa
teratasi. Untuk itu penulis menyampaikan rasa terima kasih yang
sedalam-dalamnya kepada yang terhotmat:
1.
Dr.
Maftukhin M.Ag, selaku rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung.
2.
Dr.
Salamah Noorhidayati, M.Ag selaku dosen mata kuliah Kajian Kitab Hadits sekaligus dosen
pendamping kami dalam pembuatan makalah ini.
3.
Segenap
teman-teman yang telah memberikan banyak bantuan dalam menyelesaikan penyusunan
makalah ini.
Saya menyadari dalam penyusunan makalah ini masih
banyak terdapat kesalahan atapun kurang detail, oleh karena itu kritik dan
saran sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Kami juga berharap
semoga materi dari makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca umumnya dan
penyusun pada khususnya.
Tulungagung,
29 Mei 2015
Penulis
DAFTAR ISI
COVER..................................................................................................................... i
KATA PENGANTAR.............................................................................................. ii
DAFTAR ISI............................................................................................................. iii
BAB I: PENDAHULUAN...............................................................................
A.
Latar
Belakang............................................................................................... 1
B.
Rumusan
Masalah.................................................................................. 2
C.
Tujuan
Pembahasan........................................................................................ 2
BAB II: PEMBAHASAN
A.
Kitab
mustakhraj
................................................................................... 3
B.
Ulama’
yang tertarik menulis al-Mustakhraj.......................................... 5
C.
Tentang
Abu
Awanah............................................................................ 5
D.
Pujian
Terhadap Abu
Awanah............................................................... 6
E.
Mustakhraj
Abu Awanah ala Muslim..................................................... 6
F.
Metode
Penulisan
Kitab......................................................................... 7
G.
sistematika
penulisan musyakhraj Abu Awanah ala muslim.................. 8
BAB III PENUTUP
A.
Kesimpulan............................................................................................ 10
DAFTAR
PUSTAKA............................................................................ ................... 11
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Kegiatan mentakhrij hadis muncul dan diperlukan pada masa ulama mutaakhirin. Sedang sebelumnya, hal
ini tidak pernah dibicarakan dan diperlukan. Kebiasaan ulama mutaqaddimin menurut Al-Iraqi, dalam mengutip hadis-hadisnya tidak pernah membicarakan
dan menjelaskan darimana hadis itu dikeluarkan, serta bagaimana kualitas
hadis-hadis tersebut, sampai kemudian datang An-nawawi yang melakukan hal itu.
Penguasaan para ulama terdahulu terhadap sumber-sumber
hadis begitu luas sekali, sehingga mereka tidak merasa sulit jika disebutkan
suatu hadis untuk mengetahuinya dalam kitab-kitab hadis. Ketika semangat
belajar sudah melemah, mereka kesulitan mengetahui tempat-tempat hadis yang
dijadikan sebagai rujukan para penulis dalam ilmu-ilmu syar’i. Maka sebagian ulama bangkit dan
memperlihatkan hadis-hadis yang ada pada sebagian kitab dan menjelaskan
sumbernya dari kitab-kitab hadis yang asli, menjelaskan metodenya,
dan menerangkan hukumnya dari yang shahih atas
yang dha’if,lalu muncullah apa yang dinamakan dengan kutub at-takhrij.[1]
Kitab-kitab hadis yang telah disusun oleh para ulama
periwayat hadis cukup banyak jumlahnya, dan metode penyusunan kitab-kitab
himpunan tersebut ternyata tidak seragam. Masing-masing mukharrij memiliki metode
sendiri-sendiri, baik dalam penyususnan sistematika dan topik yang dikemukakan
oleh hadis yang dihimpunnya, maupun kriteria kualitas hadisnya masing-masing.
Karenanya tidaklah mengherankan, bila masa sesudah kegiatan penghimpunan hadis
itu, ulama menilai dan membuat kriteria tentang peringkat kualitas kitab-kitab
himpunan hadis tersebut.Dalam kriteria yang beragam terhadap hadis-hadis yang
dihimpun dalam kitab-kitab hadis tersebut, maka kualitas hadisnya tidak selalu
sama. Untuk mengetahui apakah hadis-hadis yang termuat dalam berbagai kitab
himpunan itu berkualitas shahih atau tidak shahih, diperlukan kegiatan
penelitian. oleh karena itu langkah awal dalam penelitian hadis adalah takhrij.
Berkenaan dengan uraian di
atas maka dalam pembahasan selanjutnya akan dihas mengenai kitab mustakhraj
yang mana kitab tersebut adalah kitab yang berisi atau memuat matan-matan hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari
atau Muslim atau kedua-duanya atau lainnya, yang kemudian sipenyusun
meriwayatkan matan-matan hadits tersebut dengan sanad sendiri yang berbeda.
B.
Rumusan
masalah
1.
Apa
pengertian dari kitab mustakhraj ?
2.
Siapa
saja ulama’ yang tertarik untuk menuliskan al-Mustakhraj?
3.
Siapakah
Abu Awanah ?
4.
Apakah
dan bagaimana metode penulisan kitab mustakhroj Abu Awanah ala muslim?
5.
Bagaimana
sistematika penulisan musyakhraj Abu Awanah ala muslim ?
C.
Tujuan
pembahasan
1.
Untuk
mengetahui apa itu kitab mustakhraj
2.
Untuk
mengetahui ulama’ yang tertarik untuk menuliskan al-Muastakhraj
3.
Untuk
mengetahui siapakah Abu Awanah
4.
Untuk
mengetahui apa dan bagaimanakah metode penulisan kitab mustakhraj Abu Awanah
ala muslim?
5.
Untuk
mengetahui sistematika penulisan mustakhraj Abu Awanah ala muslim.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Kitab
Mustakhraj
Menurut
Syuhudi Ismail Mustakkhraj adalah kitab hadits yang memuat matan-matan
hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari atau Muslim atau kedua-duanya atau
lainnya, kemudian sipenyusun meriwayatkan matan-matan hadits tersebut dengan
sanad sendiri yang berbeda. Misalnya: mustakhraj shahih bukhary susunan Al
Jurjaniy.[2]
Manfaat dari penyusunan hadits melalui metode mustakhraj ini adalah memperkaya
sanad hadits atau thruruk al-Riwayah.
Dengan adanya mustakhraj dapat menjelaskan kesenjangan-kesenjangan dalam sanad
yang shahih seperti menjelaskan tadlis dalam periwayatan yang
diterima melalui sima’ah dan menjelaskan yang mubham atau belum jelas dan masih
banyak lagi fari manfaat mustakhraj ini.
Al-Mustakhraj adalah suatu kitab hadis yang ditulis oleh
seorang ulama’ dengan mentakhrijkan (menuliskan riwayat) hadis-hadis yang sudah
dibukukan di dalam suatu kitab hadis dengan sanadnya yang sama tetapi dari
jalan yang lain dari pengarang kitab mustakhraj ‘alaih yang di
mustakhrajkan, lalu perieayatan mereka bertemu pada gurunya (penulis kitab yang
dimustakhrajkan) atau guru yang lebih tinggi sampai kepada shahabat. Syaratnya,
tidak sampai kepada syaikh dengan jalan yang lebih panjang sehingga
menghilangkan sanad yang menghantarkan kepadanya yang lebih dekat, kecuali
dengan alasan uluw (ketinggian) atau ada ziyadah (tembahan) yang penting. Bisa
jadi Mustakhraj menggugurkan hadis-hadis yang sanadnya yang tidak memuaskan dan
bisa pula menyebutkan hadis-hadis itu dengan jalan penulis kitab yang
dimustakhrajkan. Contoh; Hadis yang diriwayatkan oleh Imam
Muslim di dalam kitab Shahihnya Kitab
ath-Thaharah, Bab Khishol al-Fithrah;
حَدَّثَنِي أَبُوْ بَكْر بْنُ إِسْحَاق أَخْبَرَنَا
ابْنُ أَبِيْ مَرْيَمَ أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَر أَخْبَرَنِي الْعَلَاءُ
بْنُ عَبْدِ الرَّحْمنِ بْنِ يَعْقُوْبِ مَوْلَى الْحِرْقَةِ عَنْ أَبِيْهِ عَنْ
أَبِيْ هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
جروا الشوارب وأرخوا اللحي وخالفوا المجوس
“Telah menceritakan kepadaku, Abu Bakar bin
Ishaq, Telah memberitahukan kepada kami Ibnu Abi Maryam, telah memberitakan
kepada kami Muhammad bin Ja’far, telah memberitakan kepadaku al-‘Ala’ bin
Abdurrahman bin Ya’qub, maula al-Hirqah, dari ayahnya, dari Abu Hurairah, ia
berkata, Rasulullah saw bersabda; cukurlah brengos dan panjangkanlah jenggot,
dan berrbedalah dengan arang-prang Majusi”.
Hadis
ini dikeluarkan oleh Abu Awanah dalam kitab al-Mustakhraj ‘ala Shahih Muslim ,
dan dalam sanadnya terjadi pertemuan dengan sanad Imam Muslim pada guru beliau,
yakni Ibnu Abi Maryam. Bandingkan hadis tersebut dengan hadis berikut ini!
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاق الصَّغَانِي قال
أَخْبَرَنَا ابْنُ أَبِيْ مَرْيَمَ أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَر
أَخْبَرَنِي الْعَلَاءُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمنِ بْنِ يَعْقُوْبِ مَوْلَى
الْحِرْقَةِ عَنْ أَبِيْهِ عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ
صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ احفوا الشَّوَارِبَ وَأَعْفُوا اللِّحْيَ
وَخَالِفُوا الْمَجُوْسَ
“Telah menceritakan kepada kami, Muhammad
bin Ishaq ash-Shaghani, ia berkata; Telah memberitahukan kepada kami Ibnu Abi
Maryam, telah memberitakan kepada kami Muhammad bin Ja’far, telah memberitakan
kepadaku al-‘Ala’ bin Abdurrahman bin Ya’qub, maula al-Hirqah, dari ayahnya,
dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah saw bersabda; cukurlah brengos dan
panjangkanlah jenggot, dan berbedalah dengan orang-orang Majusi”.
Bukanlah
suatu yang sangat urgen untuk menyebutkan sama persis antara matan (teks hadis)
yang ada di dalam kitab al-Mustakhraj dengan matan yang ada di dalam kitab
ash-Shahih (yang disebut juga al-mustakhraj ‘alaih), sebagaimana yang terlihat
di dalam contoh di atas.
Demikian
juga, kadang-kadang hadis di dalam kitab al-Mustakhraj ada ziyadah (tambahan)
matan, tidak sebagaimana yang tertulis di dalam kitab ash-Shahih. Untuk itu
apabila di dalam al-Mustakhraj salah satu kitab ash-shahihain terdapat ziyadah,
kita tidak secara otomatis menganggap tambahan matan itu sahih sehingga
diadakan peninjauan terhadap sanadnya. Dan dalam kitab mustakhraj juga terdapat
kelebihan antara lain adalah sebagai beerikut : [3]
1. Memulyakan sanad
2. Sebagai tambahan untuk menguatkan kadar
keshohihan suatu hadits
3. Menambah kekuatan hadits karena banyaknya
sanad.
4. Hukum adil dari orang-orang yang
meriwayatkan akan semakin kuat.
5. Adanya tadlis dalam periwayatan yang
dilakukan secara ‘an ana akan semakin
jelas.
B.
Ulama’ Yang Berminat Untuk Menuliskan Al-Mustakhraj
Ada
beberapa ulama’ yang beminat menuliskan al-Mustakhraj di antaranya dalah :
Ø Mustakhraj kitab shahih bukhari
1.
Mustakhraj
al-Isma’ily
2.
Mustakhraj
al-Ghithrifi
3.
Mustakhraj
Ibnu Abi Dzuhal
Ø Mustakhraj kitab shahih muslim
1.
Mustakhraj
Abu Awanah
2.
Mustakhraj
al-Hairy
3.
Mustakhraj
Abu Hamid al-Harawy
Ø Mustakhrakj kitab shahih bukhari dan shahih muslim
1.
Mustakhraj
Abu Nu;aim al-Ashbahany
2.
Mustakhraj
Ibnu al-Akhram
3.
Mustakhraj
Abu Bakar al-Barqany
Nama lengkap dari
abu awanah adalah Abu Awanah ya’kub bin ishak bin ibrahim naisaburi. Abu
Awanah adalah seorang ahli hadis yang besar, beliau mencurahkan seluruh
hidupnya untuk mendengarkan atau mencari hadits dari ulama’ sebelumnya. Pertumbuhan
keimanannya tidak di sebutkan secara terperinci namun para ulama’ sepakat bahwa
beliau banyak melakukan rihlah dan pencarian hadits . selain itu Abu ‘Awanah
adalah orang yang pertama kali memasuki mazhab syafi’i. Beliau mendengar hadits
dari haromain, beliau mencurahkan seluruh hidupnya untuk mencari hadits dari
kota satu ke kota lain, adapun kota-kota yang di singgahi Abu ‘Awanah selama
beliau berkelana mencari hadits antara lain adalah kota Makkah, Madinah, Syam,
Mesir, Yaman, Irak, Al-jazair, Khurosan, dan Persia.
Abu Awanah
mendengar hadits dari yunus bin abdul a’la
ali bin khal attho’i, Muhammad bin yahya addhuhuri, Ahmad bin abdul
rahman bin wahab, Umar bin syabbah, dan Ali bin iskab. Meskipun Abu Awanah mengambil
hadits dari oranng lain tapi
ahdits-hadits nya pun juga di ambil oleh ulama’-ulama’ hadits
setelahnya, antara lain adalah Ahmad bin ali arrozi al khafid, Abu ali
Annasaburi al khfid, Yahya bin mansur, Sulaiman bin ahmad attobaroni, Abu ahmad
abdullah bin adi, Abu bakar al isma’il, dan juga anak-anaknya seperti Abu
mus’ab muhammad bin Abu Awanah, Abu ahmad muhammad bin ahmad al ghitrifi, dan
juga cucu dari saudara perempuan Abu Awabah yaitu Abu Nu’aim abdul malik bin al
hasan al azhari.
D.
Pujian-Pujian
terhadan Abu Awanah [5]
Ada beberapa tokoh yang melontarkan pujian terhadap Abu Awanah
,adapun para tokoh yang melontarkan pujian terhadap Abu Awanah adalah sebagai
berikut :
1.
Adzahabi
berkata : Abu Awanah adalah seorang imam yang banyak menghafal, dan juga banyak
melakukan perjalanan guna mencari hadits. Dan sebagian ulama’ berkata bahwa ia
adalah seorang muhaddits yang tsiqoh, dan sebagian yang lain berkata bahwa
selain bagus hafalannya Abu Awanah juga seorang yang faqih dan menjadi panutan.
2.
Abu
Abdillah al Hakim berkata : Abu Awanah
adalah termasuk sebagian dari ulama’ hadits dan ketapannya dalam meriwayatkan
hadits membuat beliau di sebut sebagi ulama’ hadits , selain itu karena
perjalanannya mengelilingi dunia untuk mencari hadits adalah alasan lain
mengapa Abu Awanah di sebut sebagai ulama’ hadits.
E.
Mustakhraj
Abu Awanah ala Muslim (مستخرج أبي عوانة )
Mustakharaj Abu
Awanah ala muslim adalah kitab
hadits yang di tulis oleh seorang ulama’ hadits yaitu Abu Awanah ya’kub bin ishak bin ibrahim
naisaburi. Pengarang mustakhraj ini menganggap bahwa hadits-hadits yang di
masukkan kedalam shahih sebenarnya hadits-hadits yang memiliki sanad yang bagus
tapi shahibul kitab tidak berkenan memasukkan hadits tersebut kedalam kitab
shahih. Waqof tersebut dimungkinkan karena adanya tambahan dalam matan yang
mana itu tidak terdapat dalam kitab aslinya. Pengarang mustakhraj ini
menganggap bahwa hadits-hadits yang di masukkan kedalam shahih sebenarnya
hadits-hadits yang memiliki sanad yang bagus tapi shahibul kitab tidak berkenan
memasukkan hadits tersebut kedalam kitab shahih. Waqof tersebut dimungkinkan
karena adanya tambahan dalam matan yang mana itu tidak terdapat dalam kitab
aslinya.
Kitab musnad al-Mustakhraj ‘ala shahih imam muslim adalah salah
satu dari kitab-kitab Abu Awanah yang
sejauh penulis temukan terdiri dari 5 juz.[6] Dalam
Mustakhraj Abu Awanah ala muslim ini terdapat beberapa sub kitab yang dalam
tiap-tiap sub kitab tersebut terdapat beberapa bab dan hadits. Lebih tepatnya
lagi sejauh penelitian dari penulis , di dalam kitab muatakhraj ini penulis
menemukan terdapat 34 sub kitab yang dalam tiap-tiap sub kitab nya terdapat
beberapa bab yang antara sub kitab satu dengan yang lain jumlahnya berbeda, dan
untuk jumlah haditsnya, penulis menemukan kurang lebih terdapat 8.718 hadits
yang terdapat dalam mustakhraj Abu Awanah ini. Di abwah ini adalah sekilas
contoh perinciannya :
No.
|
Juz
|
Nama Kitab
|
Jumlah Bab
|
Jumlah Hadits
|
1.
|
Juz 1
|
Kitab Iman
|
41
|
464
|
2.
|
Juz 1
|
Kitab thoharoh
|
58
|
425
|
3.
|
Juz 1
|
Kitab haid dan istihadhoh
|
8
|
54
|
4.
|
Juz 2
|
Kitab zakat
|
14
|
66
|
5.
|
Juz 2
|
Kitab puasa
|
55
|
400
|
6.
|
Juz 3
|
Kitab talak
|
22
|
238
|
7.
|
Juz 3
|
Kitab mawaris
|
7
|
52
|
8.
|
Juz 4
|
Kitab hudud
|
35
|
283
|
9.
|
Juz 5
|
Kitab libas (pakaian)
|
23
|
250
|
F.
Metode
penulisan kitab
Al-mustakhraj adalah suatu kitab
hadits yang ditulis oleh seorang ulama’ dengan mentakhrijkan (menulis riwayat)
hadits-hadits yang sudah di bukukan di dalam suatu kitab hadits dengan sanadnya
yang sama tetapi dari jalan yang lain dari pengarang kitab mustakhraj alaih
(yang di mustakhrajkan), lalu periwayatan mereka bertemu pada gurunya (penulis
kitab yang di mustakhrajkan) atau guru yang lebih tinggi, sampai pada sahabat.
Syaratnya, tidak sampai kepada syaikh dengan jalan yang lebih panjang sehingga
menghilangkan sanad yang menghantarkan kepadanya yang lebih dekat, kecuali
dengan alasan ketinggian atau tambahan yang penting. Bisa jadi mustakhraj
menggugurkan hadits-hadits yang sanadnya tidak memuaskan dan bisa pula
menyebutkan hadits-hadits itu dengan jalan penulis kitab yang di mustakhrajkan.sejauh
penelitian yang dilakukan penulis metode yang digunakan hadits musnad
mustakhraj ala shahih muslim adalah sebagi berikut :
1.
Uluwul
isnad : metode takhrij dengan jalan mengetahui rawi hadits dari sahabat atau
proses penelusuran hadits yang didasarkan pada pengetahuan akan rawi atau
tingkat sahabat.dalam metode ini harus terlebih dahulu mengetahui snad hadits
tersebut. Dalam pijaknya adalah perawi yang paling tinggi yaitu sahabat-sahabat
Rasulullah atau bisa juga para tabi’in.
2.
Menggunakan
hadits-hadits yang tidak di pakai oleh para muhaditsin.
G.
Sistematika
Penulisan Kitab Hadits
Nama kitab
inia dalah alMusnadAbiAwanah.Sistematika penyusunan kitab ini hampir sama seperti Shahih Muslim.
Dalam cetakan penerbit Mu’arafah Beirut kitab ini
terdiri dari limajilid, secara garisbesarsusunannyasebagaiberikut:
1.
Sebagai pendahuluan
di jilid pertama di awali kitab Iman, kitab ath-thaharoh, kitab
al-Haidhwa al-Istihadhah, kitabShalat, Kitab Mawaqit al-Shalat, Kitab
al-Masajid wamafiha,dan kitab Shalawat.
2.
Di jilid kedua berisi
hadits-hadits mengenai kitab lanjutan tentang shalat, kitab Istisqa’, kitab
Al-Jumu’ah, kitab al-Zakat, kitab al-Shiyam, kitab al-Hajji, Kitab Fadhail
al-Quran,
3.
Disambung di
jilid ketiga dengan kitab Nikah, kitabThalaq, kitab al-Ittaqwa al-wala`, kitab Buyu’,
kitab Mawaris, kitabwashaya,
4.
Dan dijilid keempat
berisi bab menjelaskan tentang nadzar dan sumpah, budak, mengenai kitab hudud
(pidana), kitab tentang hukum-hukum, jihad, umara’ (pemerintahan),
5.
Kitab buruan,
sembelihan, Qurban, kitab tahrim khamr, kitab minuman, makanan, pakaian,
kemudian disempurnakan dengan fahris (daftar) hadis dan atsar yang terdapat dalam
kitab musnad tersebut.
Mengenai kitab ini al-Dzahabi berkata: “kitab shahih
muslim merupakan kitab yang sangat bagus, ketika parapenghafal hadis melihatnya
mereka sangat mengaguminya dan berpedoman kepada hadis-hadis yang terdapat di
dalamnya. Sehingga mereka memberikan penghargaan yang tinggi kepada kitab tersebut.Kemudian
muncullah kitab mustahraj ala shahih muslim yang diantaranya disusun oleh abu bakar
Muhammad bin Muhammad bin raja’ dan Abu Awanah Y’qub ibn Ishaq
al- Asfaraniy. Kitab ini bermanfaat menambahkan beberapa matan hadits meskipun diantara
berstatus lemah.Kitab musnad abu awanah mentakhrij hadis-hadis yang terdapat dalam
kitab muslim dengan sanadnya sendiri kemudian ia menambahkan beberapa hadis di
akhirbab”.
Ibn hajar berkata: di dalam kitab ini terdapat banyak
hadis yang mandiri dengan sanad Abu
Awanah sendiri yang terletak di tengah-tengah babdan berstatus shahih, hasan dan
dhaif, juga mauquf.
Muhaqqiq menjelaskan bahwa
Kitab ini disusun dengan sistematika yang hampirsamadengan
Shahih Muslim dengan menyebutkan nomer hadis untuk memudahkan pembaca melacaknya. Di dalamnya juga dijelaskan
kata-kata yang muskildarimatanhadisdenganmerujukkepadakitabsyarah
al-Nawawi ala Muslim. Kemudian
disediakan satu jilid khusus membahas fahris (daftar) hadis dan guru-guru Abu Awanah untuk mempermudahkan pembaca.
BAB III
KESIMPULAN
Mustakkhraj adalah kitab hadits yang
memuat matan-matan hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari atau Muslim atau
kedua-duanya atau lainnya, kemudian sipenyusun meriwayatkan matan-matan hadits
tersebut dengan sanad sendiri yang berbeda.
Adapun salah satu
ulama’ yang menuliskan al-mustakhraj adalah Abu Awanah ya’kub bin ishak bin
ibrahim naisaburi yang biasa dikenal dengan sebutan Abu awanah saja.
beliau adalah seorang ulama’ hadits yang besar dan sebagian hidupnya dicurahkan
untuk mencari hadits ke berbagai daerah seperti irak, syam.khurasan, jazirah
arab, dan lain sebagainya.Dan beliau mendengar hadits-hadits dari ulama’
sebelumnya. Beliau juga menulis kitab mustalhraj yang biasa dikenal dengan
kitab mustakhraj Abu Awanah ala muslim.
Dalam Mustakhraj
Abu Awanah ala muslim ini terdapat beberapa sub kitab yang dalam tiap-tiap sub
kitab tersebut terdapat beberapa bab dan hadits. Lebih tepatnya lagi, di dalam
kitab muatakhraj ini penulis menemukan terdapat 34 sub kitab yang dalam
tiap-tiap sub kitab nya terdapat beberapa bab yang antara sub kitab satu dengan
yang lain jumlahnya berbeda, dan untuk jumlah haditsnya, penulis menemukan
kurang lebih terdapat 8.718 hadits.
DAFTAR PUSTAKA
Al-Qaththan, Mabahis
fii Ulum al-Hadis,terj. Abdurrahman Mifdhol,Pengantar Studi Ilmu Hadis, (Cet. IV; Jakarta: Pustaka
al-Kautsar, 2009)
Ismail
suhudi muhammad , Cara Praktis Mencari
Hadis, (Cet, I;Yogyakarta: Teras, 2003)
Awanah Abu , mustakhraj
abu awanah,(cet.1, beirut : dar al ma’rifah, 1998)
Amru abdul mun’im
salim , ulumul hadits untuk pemula,terjemahan dari taysir ulum
al-hadits lil mubtadi’in; mudzakkirat ushul al-hadits lil mubtadi’in,(Kairo,Mesir
: maktabah ibnu taymiah, 1417 H / 1997 M)